Showing posts with label 30hariberterimakasih. Show all posts
Showing posts with label 30hariberterimakasih. Show all posts

Tuesday, July 26, 2016

Terima kasih: Kecewa.

Benci, kesal dan kecewa mungkin nggak ada manfaatnya. Saya juga nggak terlalu tahu. Yang saya tahu, ketika saya dilahirkan, benci dan kesal sudah satu paket, disamping perasaan-perasaan & emosi lainnya.

Saya terkenal introvert. Mungkin memang begitu adanya. Introvert terkenal pendiam. Lebih tepatnya tidak bisa mengungkapkan langsung apa yang dirasakan pada saat itu. Flat. Namun saya juga tidak bermaksud untuk menyaratakan semua. Apa yang saya lihat sekarang ini, apa yang saya rasakan kelak menjadi bahan refleksi. Kontemplasi.

Dalam suatu kesempatan di Surabaya dan Cipanas, saya menemukan ini:

Saudara Ojong,

terhadap gejala pemborosan, Anda sakit hati. Terhadap karyawan yang tidak mematuhi waktu dan janji, Anda kecewa. Terhadap orang yang tidak berprestasi, Saudara kecil hati. Terhadap yang menyalahgunakan keuangan, Anda tidak kenal kompromi.

Dari sambutan Pak Jakob pada pelepasan Alm. P.K. Ojong 31 Mei 1988.

Semoga sambutan Pak Jakob menjadi penguat dan pengingat agar saya tetap di 'jalur' yang tepat.


Di atas meja kerja.
26 Juli 2016

Sunday, June 5, 2016

Terima Kasih: Gojek

Malam itu saya pulang dari Goethe Haus, Menteng, ke rumah. Saya pesan Gojek dan diterima oleh Bapak Muhamad Yusuf. Mungkin ini pengalaman terbaik saya dengan Gojek.

Saya mengobrol banyak dengan si Bapak selama di perjalanan. Dia cerita pengalaman dia selama bergabung dengan Gojek dan ada satu cerita yang tidak terlupakan. Sewaktu valentine ada seseorang (perempuan) yang mau antar barang ke seseorang yang dia sukai. Perempuan ini bilang kalau jangan diberitahu kalau dia yang kirim (semacam secret admirer). Sampai di lokasi pengantaran, Bapak ini menunggu sekitar satu jam karena si penerima barang tidak menjawab telepon. Satu jam kemudian, si penerima barang muncul. Ternyata dia tidur. Si penerima tidak bertanya asal barang tersebut pada saat itu. Namun beberapa hari kemudian, si penerima barang itu menelepon si Bapak, menanyakan siapa pengirim barang itu.

Saya bilang ke Bapak, ini seperti sinetron. Bapak itu tertawa lalu menjawab, memang iya. Lalu saya tanya, "Bapak suka nonton OK JEK (film yang ada di televisi swasta)?". Bapak itu menjawab, "Iya mbak itu sih dari kisah nyata semua. Saya juga suka nonton".

Ah, si Bapak ini menyenangkan sekali. Ramah, santun di jalan, tertib, dan ketika menurunkan saya di tujuan, Bapak itu bilang, "Terima kasih mbak. Selamat istirahat".

Pelayanan bintang lima dari Bapak Muhamad Yusuf.

Terima Kasih: Dua Puluh Sembilan Tahun

Kompas Gramedia
Wahana Visi Indonesia

Teman-teman UI
Nerd 1

Nerd 2
Kaskus

Prudential
Kartu Halo
Papa
Atus
Facebook
Mba Rini

Keluarga Besar Imogiri
Alit Kusa Santosa
Racil 1
Racil 2
Mba Ruth
Anand Krishna

Moyo
Allianz
Paty
Imul
Lidya
Telkomsel
Mba Sandra












Jakarta, 15 April 2016.

Sunday, March 27, 2016

Terima Kasih: Miyagi Gandaria City

Dua set bento untuk siang ini, seusai kepulangan kami dari perayaan paskah di Gereja Asisi, Tebet. Kami berkesempatan mencicipi dua set bento di Restoran Miyagi yang ada di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Dulu saya sempat mengira tempat ini adalah perpustakaan, karena memang seperti itulah yang terlihat dari eskalator. Meja-meja kecil untuk dua orang dengan kursi yang berhadapan dan suasana yang tenang. Ternyata setelah masuk ke dalam restoran, tempat ini cukup luas dan menempati dua lantai. 

Meja tengah. Tempat saya duduk.
Memasuki Miyagi, suasananya terasa agak formal dan kaku, namun tidak lama kemudian kami disambut bau harum seperti bau aroma terapi, dengan penerangan yang hangat juga penempatan alat makan di meja dan desain ruangan yang memanjakan mata. Suasana yang awalnya kaku, mulai mencair. Tidak susah untuk menemukan restoran ini. Miyagi berada di lantai G, tepatnya di seberang Starbucks, di samping Fish & Co, persis di sebelah eskalator.

Saya pesan Bento Spesial A; dengan komposisi salmon teriyaki, spicy baked salmon maki, dan sup miso yang disajikan bersama dengan salad, chawan mushi, otoshi dan nasi. Ibu memilih Bento Spesial B; gindara teriyaki, ura maki, sup miso, dengan tambahan yang sama seperti yang saya pesan, yaitu salad, chawan mushi, otoshi, dan nasi. Untuk minum, kami pesan ocha panas. 

Spicy Baked Salmon Maki
Bagaimana rasanya? Kalau ada kesempatan, lalu saya akan datang untuk kunjungan berikutnya, lagi, dan lagi. Saus teriyaki yang ada di salmon terasa pas, tidak terlalu kental dan tidak encer. Pun spicy baked salmon maki. Buat saya, yang bukan pecinta sushi, filling-nya tidak berlebihan. Untuk chawan mushi, itulah pengalaman pertama saya mencicipinya. Saya pikir itu adalah puding yang rasanya manis. Namun chawan mushi yang saya santap rasanya hangat dan tidak manis. Setelah saya lihat lagi di menu, chawan mushi Miyagi terbuat dari steamed egg custard dengan ayam dan jamur. 

Empat tahun belajar bahasa Jepang di bangku pendidikan formal ternyata bukan jaminan paham kuliner Jepang. Belajar lagi yang banyak. 

Arigato Gozaimasu Miyagi.


*Foto-foto diambil dari lulabyspoon

Saturday, March 26, 2016

Terima Kasih: Mba Umi

monkey, emoji, and outfit imageSaya berencana untuk menulis "30 Hari Berterima kasih". Terima kasih untuk siapa saja yang pada hari itu ingin saya tuliskan. Semoga saya bisa menuntaskan rencana saya.

Terima kasih yang pertama saya dedikasikan untuk Mba Umi. Kenapa Mba Umi? Karena namanya sama dengan mama saya. Hee. Becanda. Mba Umi punya pijatan yang paling enak. Siang itu setidaknya saya menunggu hampir satu jam karena Mba Umi ada tamu dan diselingi juga dengan makan siang.

"Mba, mba Umi masih lama karena masih 'pegang' tamu dan katanya mau makan dulu", kata resepsionis salon langganan saya. Saya bilang ngga masalah, toh juga potong rambut dulu. "Mbaknya setia banget", lanjut dia. Saya bilang, "Cuma dia yang pijetannya paling enak".

Tidak seperti biasa, pada waktu itu saya mengobrol banyak dengan mba Umi. Saya tanya, "Mba Umi ngga libur?". "Aku liburnya setahun cuma sekali. Pas Lebaran. Itu juga ngga pulang kampung. Ngga sempet. Ini kan salonnya buka terus pas hari libur. Aku tuh lupa kalau hari ini libur. Tadi pagi mau ke bank, bank-nya tutup. Malah borong banyak di pasar. Beli tas lah, beli baju. Wah kalau udah ke pasar udahlah beli barang banyak. Tadi maaf ya mbak nunggu lama. Aku hari ini nggak masak. Jadi harus beli makan dulu di luar. Biasanya aku masak sambel dulu." Jawabnya.

Lalu saya tanya makanan apa yang dibeli. Beliau jawab nasi, jengkol dan lodeh. Biasanya dia hanya makan nasi, sambal dan ikan teri. Itu saja. Jadwal makannya pun suka-suka. 

Mbak Umi sudah ada di salon ini sejak saya kecil. Pada waktu itu mama saya sudah suka memakai jasa beliau. Mba Umi jadi seperti hadjr dalam dua generasi dan dia sudah sangat tahu apa yang saya mau. Creambath rasa strawberry dan pijatan yang enak. 

Terima kasih mba Umi. Kalau kamu sedang cari salon, untuk creambath, di daerah Tebet, temui Mba Umi di Salon Evergreen, Tebet Utara. 


Jakarta, 26 Maret 2016.

 
 
Copyright © TITA
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com